PURWOREJO, 11 OKTOBER 2026 — Refleksi mendalam atas hadirnya fenomena dunia maya dalam kehidupan masyarakat modern.
Di tengah maraknya dominasi dunia digital dan gawai pada kehidupan modern, sebuah refleksi mendalam disajikan melalui seni pertunjukan. Pementasan Sendratari “Sangkala” sukses digelar dengan membawa pesan ajakan untuk merebut kembali keberkahan waktu yang kian tergerus oleh riuhnya dunia maya.
Pementasan yang disutradarai oleh Aput berdasarkan naskah karya Abdullah Makhasin ini menyuguhkan kolaborasi apik antara seni tari, seni peran, dan olah gerak panggung yang emosional.
Menyentuh Kesadaran Lewat Refleksi “Sang Waktu”
Melalui narasi pembuka yang menyentuh, penonton diajak menengok realitas kehidupan masyarakat hari ini. Dunia maya yang semu sering kali menyita detik demi detik berharga manusia, hingga melupakan indahnya kebersamaan, sentuhan, dan nilai-nilai sosial nyata di sekitar.
“Waktu tidak lagi menjadi madrasah kehidupan jika kita hanya sibuk menggulir linimasa daripada mengukir karya. Pementasan ini hadir sebagai ketukan kesadaran untuk mengembalikan marwah Sang Waktu.”
— Abdullah Makhasin, S.Pd. (Penulis Naskah & Ketua Panitia/Humas)
Jalan cerita semakin hidup lewat adu peran para tokoh utama, seperti sosok Sangkala yang dibawakan oleh Maria Desti S.N., kontras kepemimpinan antara Raja Lama (Lailatul Mas’adah) dan Raja Baru (Sekar Dwi A.), serta kedalaman penembang oleh Melsa Adelia S. Karakter-karakter kerakyatan seperti Paijo, Paijah, Paini, Painah, dan Painem turut membawa suasana hangat sekaligus sarat makna.
Kolaborasi Lintas Elemen Produksi
Kesuksesan pergelaran kolosal ini tak lepas dari kerja keras puluhan pengisi acara dan tim artistik di balik layar. Berikut adalah jajaran kerabat kerja yang mendukung pementasan:
| Jabatan / Peran | Nama Pengampu |
| Penanggung Jawab | Fitriana Aenun, M.Ed. |
| Pimpinan Produksi (Pimpro) | Farida |
| Ketua Panitia / Humas | Makhasin, S.Pd. |
| Penulis Naskah | Abdullah Makhasin |
| Sutradara | Aput |
| Penata Tari | Anggi |
| Penata Laga | Nuryasin |
| Penata Artistik | Kamdi & Usup |
| Pemeran Utama & Penembang | Sekar Dwi A., Lailatul M., Maria Desti, Zahra Amira, Nurul Lailatul, Wafirotul, Syakira, Naura, Shifa, Melsa, Diajeng |
| Prajurit (Ensemble) | Hanum, Hany, Rizky, Javas, Farizi, Qila, Nadul, Abid, Azam, Muna, Reza, Fara |
| Penari (Dancers) | Riska, Fina, Nabila, Malvin, Jian, Fiola, Nelly, Alifa, Nabil, Tiara, Via, Nazwa, Sintya, Auva, Aisha, Lena, Alyaa’, Syifa |
Pertunjukan ditutup dengan gemuruh tepuk tangan dari para penonton. Melalui pementasan Sendratari “Sangkala” ini, diharapkan generasi muda dapat tergerak untuk lebih bijak dalam memanfaatkan waktu serta kembali mengukir karya nyata yang bermakna di dunia riil.




